Jokowi-Dahlan Bahas Penataan Pemukiman Pinggir Rel

0
4
Dok. beritajakarta.com

KonsPro (16/10), JAKARTA – PERTEMUAN  Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, menghasilkan banyak masukan psoitif yang bisa dijadikan bahan kerja sama ke depan. Keduanya sempat membahas berbagai persoalan yang ada di Jakarta, seperti sistem transportasi dan penataan pemukiman, dan dalam kesempatan itu Dahlan mengatakan BUMN punya banyak kemampuan yang bisa disumbangkan untuk pembangunan Jakarta, termasuk dalam menata pemukiman di perlintasan kereta api.

Dahlan mengatakan, ke depan intensitas perjalanan kereta api akan semakin padat, dari semula jarak antar kereta selama 8 menit pada Maret 2013 diperpendek menjadi setiap 7 menit. Kemudian pada November dipersingkat lagi menjadi tiap 6 menit. Hal tersebut akan berdampak pada seringnya pintu perlintasan tertutup. “Kita juga bahas untuk mengatasinya, karena berdampak pada kemacetan,” kata Dahlan, di kantor BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (16/10).

Keduanya juga membicarakan mengenai proyek monorail yang selama ini mangkrak. Selain itu, Dahlan juga mengaku memiliki program membuat jalan khusus untuk truk dari Bekasi menuju Tanjungpriok. Program ini bertujuan untuk mengalihkan perjalanan truk ke dalam kota. “Ini sudah dilaporkan ke presiden. Dalam dua tahun akan selesai dan akan mengurangi kepadatan karena truk besar makan jalan dan jalannya lama,” katanya.

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan beberapa instansi seperti Kementerian Perhubungan dan PT KAI untuk membangun Jakarta. Karena untuk mewujudkan semua program yang digagasnya perlu bergandengan agar hal-hal yang konkrit bisa diwujudkan. “Sebetulnya tidak sulit-sulit amat, agar tidak hanya rencana saja. Masalah komunikasi saja ini,” kata Jokowi.

Untuk kelanjutan pembangunan monorail, Jokowi meminta PT Adhi Karya sebagai investor monorail agar mempresentasikan terlebih dahulu. Dirinya ingin mengetahui penyebab mangkraknya monorail selama ini. “Saya minta dipresentasikan lagi, kenapa berhenti agar segera diselesaikan,” ujarnya.

Direktur Utama PT Adhi Karya, Kiswodarmawan mengatakan, akan bertemu dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama, untuk mempresentasikan proyek monorail tersebut. Rencananya pertemuan akan dilakukan pada 19 Oktober mendatang. “Tanggal 19 Oktober saya ketemu dengan Pak Wagub, karena wagub yang menangani teknis,” jelasnya.

Namun dirinya, enggan mengatakan konsep seperti apa yang akan dipresentasikan kepada Basuki. Dalam pembangunannya nanti, pihaknya akan menggandeng BUMD dan BUMN karena ini proyek investasi. “Moga-moga (lanjut). Ini proyek investasi, bukan milik DKI. Makanya saya ajak BUMD dan BUMN untuk jadi investor,” ucapnya. (BerJak)