Pengembang Minta Pemprov Tak Perpanjang Moratorium Mall

0
15

KonsPro (27/9), JAKARTA – PENGEMBANG berharap pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak memperpanjang pemberlakuan moratorium mall setelah tahun ini.

Justini,  Sekretaris Perusahaan PT Agung Podomoro Land Tbk, berharap nantinya pembatasan izin pembangunan pusat perbelanjaan di Jakarta lebih bersifat fleksibel, yakni berdasarkan pada kebutuhan akan ruang komersial di daerah tersebut.

“Misalnya di kawasan yang sudah ada pusat perbelanjaan yang padat dan berdekatan, maka jangan diberikan izin pembangunan mal baru. Namun, untuk beberapa area yang membutuhkan ruang komersial, ya tolong diberikan izin,” terangnya saat dihubungi Bisnis, Senin (24/9/2012).

Hingga saat ini, dia menambahkan, perseroan belum berencana untuk mengajukan izin baru pembangunan pusat perbelanjaan di Jakarta, dan berfokus salah satunya di proyek Plaza Balikpapan yang rencananya dijadikan superblok mini.

Handaka Santosa, Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) DPD DKI Jakarta perekonomian Jakarta banyak ditunjang oleh sektor perdagangan, bisnis, dan pariwisata. Keberadaan pusat-pusat perbelanjaan yang ada merupakan salah satu upaya membendung masyarakat kelas menengah untuk menghabiskan uang di luar negeri.

Saat ini terdapat 73 pusat perbelanjaan yang tersebar di Jakarta, tetapi dari jumlah itu hanya sekitar 15% yang membidik segmen menengah ke atas. Tahun depan, pasca moratorium, lembaga riset DTZ memperkirakan ada lonjakan suplai ruang ritel 67,8% dibandingkan dengan tahun ini, menjadi 391.000 m2.

“Mall yang ada di Jakarta sejauh ini belum menampung kebutuhan gaya hidup kelas menengah di Indonesia, sehingga mereka lebih memilih untuk belanja ke luar negeri. Sementara permintaan ruang ritel dari brand seperti H&M dan Uniqlo juga masih belum bisa diwujudkan,” terang Handaka.

Rerata tingkat okupansi 73 pusat perbelanjaan dan mall di ibukota  masih sangat tinggi, yakni 90%. Sedangkan rerata kunjungan mall di hari biasa mencapai kisaran 50.000-120.000 orang per hari dan meningkat dua kali lipat di akhir pekan.

Handaka memprediksi dalam jangka waktu lima tahun pasca moratorium, akan terdapat tambahan  sekitar 10 pusat perbelanjaan di Jakarta.(bisnis.com)