Manisnya Pasar Ruko di Palembang

0
8
Dok. imageshack.us

KonsPro (11/7) PALEMBANG – GELIAT  pasar properti di Palembang mulai menampakkan kegairahannya sejak tahun 2010, dan terus meningkat hingga pertengahan tahun 2012 ini. Pertumbuhan yang pesat berada di sepanjang jalan baypass Sukarno Hatta – terminal km 12, dimana sedikitnya ada empat proyek yang sedang berjalan.

Proyek dimaksud adalah pembangunan kawasan internasional Citra Grand City, pembangunan rumah sakit taraf nasional oleh pemerintah setempat, pembangunan sekolah internasional “Harapan” dan satu komplek hunian kelas menengah lainnya.

Dalam pengamatan Endang Wasiati, Member Broker Century 21 Graha, Palembang, hingga akhir Semester Pertama tahun 2012 ini, pasar properti di Sumatera Selatan khusus Palembang sedang bagus-bagusnya. Kenaikan yang paling menonjol adalah properti komersial terutama ruko menyusul di landed house.

“Peningkatan permintaan ruko ini dipacu oleh besarnya kebutuhan untuk ruang usaha di kota Palembang  yang saat ini perkembangan kotanya sangat pesat. Melihat potensi gain yang cukup tinggi itu, juga memancing banyak investor yang bermain,  baik di pasar sewa menyewa maupun jual beli,” jelas Endang.

Bahkan, imbuh Endang, di lokasi-lokasi yang strategis kenaikan harga ruko bisa tinggi sekali. Kenaikan itu berimbas juga mengkatrol harga ruko di  daerah-daerah pinggiran kota Palembang.

Sementara perkantoran, Endang mengatakan, walau respon pasar cukup bagus, namun belum menyamai “manisnya” keuntungan di ruko. Ada juga yang bangun office tower dan responnya cukup bagus, terutama perusahaan-perusahaan dari luar Palembang yang mencari kantor.

“Karena itu, supply juga tidak banyak. Kalau di ruko, antara demand dan supply itu berimbang. Tetapi khusus di Jl. Jend. Sudirman barangnya (ruko) sudah susah didapatkan,” tandasnya.

Endang menututrkan, harga ruko di kota Palembang sudah mulai mendekat harga di Jakarta. Harga ruko di Jl. Sudirman sudah berkisar Rp.3,5  miliar hingga Rp.4 miliar. Sementara harga tanahnya sekitar Rp.10 juta m2, menyusul Jl. Rajawali telah mendekati Rp.10 jta m2.

“Saya optimis tren pasar properti di Palembang tren akan naik, tetapi hanya di bulan puasa dan lebaran saja yang mengalami sedikit penurun,” ujarnya. (erlan@konsumenproperti.com)