REI Sumut: kenaikan harga rumah gairahkan pengembang

0
4
Ilustrasi: aliwongso.com

 

KonsPro (4/1) MEDAN – REAL  Estate Indonesia (REI) Sumatera Utara menilai kebijakan pemerintah yang menaikkan harga rumah tipe 36 untuk masyarakat berpenghasilan rendah menjadi Rp88 juta per unit akan menggairahkan kembali minat pengembang membangun rumah tipe itu.

“Penetapan harga baru dari sebelumnya Rp70 juta membuat pengembang akan tertarik lagi membangun tipe itu,” kata Ketua REI Sumut Tomi Wistan, di Medan, Minggu.

 

Surat edaran dari Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) tentang harga baru masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang sebesar Rp88 juta per unit baru dikeluarkan pekan lalu.

 

Peraturan Menteri Perumahan Rakyat Nomor 4 Tahun 2012 yang menetapkan harga rumah MBR sebesar Rp70 juta dari fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) cukup ideal untuk pengembangan rumah bersubsidi. Ia mengakui, sebelumnya pengembang memang mengusulkan agar harga rumah tipe 36 yang sebelumnya Rp70 juta naik menjadi Rp80 juta–Rp90 juta per unit.

Menurut Tomi, harga tipe 36 sebesar Rp88 juta cukup realistis mengingat harga material bangunan dan lahan semakin mahal.  Dengan harga rumah yang dinaikkan, REI optimistis beban pembangunan rumah yang ditargetkan pemerintah ke REI bisa tercapai, setelah sebelumnya tidak yakin karena harga rumah Rp70 juta itu dinilai sulit dibangun akibat harga lahan dan bahan bangunan yang terus naik.

Sumut sendiri mendapat porsi 20 persen dari target nasional sebesar 200 ribu unit pada tahun 2012. Selama Januari–April 2012, dia menyebutkan penjualan rumah tipe 36 hanya mencapai 377 unit atau jauh lebih rendah dari periode sama tahun lalu yang mencapai puluhan ribuan unit.

Pembangunan rumah itu pun bisa dilaksanakan, kata dia, karena pengembang memanfaatkan sisa lahan serta stok rumah dari periode sebelumnya. (ant.)