Kemenpera Harap Kontraktor Tingkatkan Kualitas Rusun

0
11
Dok. Humas Kemenpera

KonsPro (24/6) JAKARTA – KEMENTERIAN  Perumahan Rakyat (Kemenpera) berharap para kontraktor yang membangun rumah susun di Indonesia dapat memperhatikan pengawasan dalam proses pembangunan sehingga dapat meningkatkan kualitas hunian vertikal tersebut. Ke depan, Kemenpera juga akan memberikan keleluasaan bagi para kontraktor untuk melaksanakan pembangunan Rusun dengan memilih model precast atau pracetak ataupun model konvensional sehingga bisa lebih cepat selesai dibangun.

“Kami minta para kontraktor yang membangun Rusun bisa menjaga serta meningkatkan kualitas Rusun yang dibangun,” ujar Deputi Bidang Perumahan Formal Kemenpera Pangihutan Marpaung saat memberikan sambutan pengarahan sekaligus membuka kegiatan Kick Off Meeting dan Pelatihan Pelaksana dan Pengawas Pembangunan Rusun TA 2012 di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (20/6).

Menurut Pangihutan Marpaung, Kemenpera ke depan tidak mau lagi mendengar adanya keluhan dari para calon penerima Rusun terkait kualitas bangunan yang kurang baik. Apabila kualitas Rusun baik tentunya masyarakat dapat tinggal dengan nyaman tanpa takut terjadi kebocoran ataupun kerusakan di bangunan tersebut.

Selain itu, dirinya juga meminta para kontraktor untuk menguasai kondisi lapangan serta budaya masyarakat sekitar lokasi pembangunan Rusun. Jangan sampai masuknya alat-alat berat ke lokasi pembangunan malah merusak fasilitas jalan yang ada sehingga mendapat protes dari masyarakat serta LSM.

“Kalau memang diperlukan kontraktor juga bisa merekrut tenaga kerja dari masyarakat sekitar proyek. Saling tukar pengalaman antar kontraktor juga perlu dilakukan karena lokasi pembangunan Rusun tersebar di seluruh Indonesia dari Aceh sampai Papua yang memiliki karakter masyarakat yang berbeda-beda,” tandasnya.

Terkait masalah model pelaksanaan pembangunan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada para kontraktor untuk memilih model precast (pracetak) ataupun model konvensional. Tujuannya agar mereka bisa menyesuaikan kualitas bangunan dengan kontur dan desain bangunan Rusun.

“Jangan sampai ada ketergantungan antara kontraktor dan pembuat precast dalam proses pembangunan Rusun serta menciptakan persaingan yang sehat dalam menjaga kualitas bangunan di lapangan,” tandasnya.

Kemenpera, imbuhnya, juga membuat desain bangunan vertikal tersebut dengan jumlah lantai dan tipe hunian yang bervariasi. Jumlah lantainya yakni 2 lantai, 3 lantai hingga 6 lantai. Sedangkan tipe huniannya adalah tipe 18, tipe 21 dan tipe 36.

Berdasarkan hasil survey yang dilaksanakan, sekitar 70 persen jumlah unit Rusun yang berada di lantai empat dan lima Rusun banyak yang kosong. Perubahan desain bangunan menjadi tiga lantai merupakan salah satu upaya Kemenpera agar unit Rusun yang ada bisa dihuni oleh masyarakat.

“Rusun enam lantai tetap dibangun di kawasan lokasi yang padat penduduknya. Nantinya Rusun tersebut dilengkapi dengan fasilitas lift sehingga memudahkan penghuni menuju ke unit Rusun yang berada di lantai atas,” katanya. (Ristyan)