REI Sulteng Rangkul Pengembang Per Seorangan

0
6

KonsPro (24/7) PALU – DEWAN Pimpinan Daerah Real Estat Indonesia (DPD REI) Sulawesi Tengah berupaya merangkul pengembang perseorangan yang belum bergabung dalam organisasi pengusaha properti ini.

Ketua DPD REI Sulteng Syaiful Hidayat di Palu, Sabtu, mengatakan ada sekitar 100 pengusaha di Sulteng yang bergerak di sektor perumahan, namun baru separuhnya bergabung dalam keanggotaan REI.

Menurut dia, tidak adanya regulasi yang mewajibkan pengembang menjadi anggota REI membuat banyak pengusaha properti di daerahnya berjalan sendiri-sendiri.

Hal ini, katanya, berbeda dengan pengusaha konstruksi yang wajib menjadi anggota Gapensi (Gabungan Pengusaha Konstruksi Indonesia) untuk mengikuti tender proyek.

“Kalau di REI keanggotaannya bersifat sukarela. Padahal banyak keuntungan dan kemudahan bagi pengembang jika bergabung dengan REI,” ujar Direktur Utama PT Citra Alief Property ini.

Pengembang anggota REI, kata Syaiful, dapat memperoleh bantuan pembangunan prasarana dan sarana umum (PSU) dari Kementerian Perumahan Rakyat jika membangun proyek rumah sehat sederhana yang diperuntukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Selain itu, REI Sulteng juga menyediakan klinik konsultan perumahan yang sangat disayangkan jika tidak dimanfaatkan.

Syaiful menambahkan, Musyawarah Daerah (Musda) DPD REI Sulteng yang dihelat pada November 2011 mendatang akan dijadikan momentum untuk konsolidasi keanggotaan, termasuk merangkul seluruh pengembang yang belum menjadi anggota REI.

Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa rencananya menghadiri Musda REI Sulteng itu, selain meresmikan beberapa proyek PSU bantuan Kemenpera kepada pengembang rumah sehat sederhana di Sulteng.  “Kami berharap kehadiran menteri ini dapat menjadi perekat pengembang perumahan di Sulteng,” ujar Syaiful.

REI Sulteng menargetkan pembangunan 2.000 unit rumah pada tahun 2011 ini, mulai tipe 36 hingga tipe 70.  Hingga Juli 2011, pengembang anggota REI baru merampungkan 500 unit rumah, namun angka tersebut belum termasuk realisasi pengembang di luar REI yang jumlahnya hamper sama. (Ant.)