6 Paket Proyek MRT Ditender

0
8
Ilustrasi: beritajakarta

 

KonsPro (17/4) JAKARTA – KOMITMEN  mempercepat pembangunan transportasi massal berbasis rel, mass rapid transit (MRT) terus ditunjukkan Pemprov DKI Jakarta. Terbukti, pelaksanaan prakualifikasi tender fisik MRT yang semula dijadwalkan berlangsung pekan depan, pelaksanannya dipercepat menjadi hari ini, Jumat (15/4). Untuk itu, PT MRT Jakarta pun telah mengumumkan pelaksanaan prakualifikasi tender melalui sejumlah media massa untuk menginformasikan enam paket konstruksi yang ditenderkan.

PT MRT Jakarta menawarkan pembangunan fisik untuk bagian permukaan yang dibagi dalam tiga paket yaitu satu paket untuk pembangunan depot dan stasiun layang dan dua paket untuk pembangunan struktur dan stasiun layang.

Sedangkan prakualifikasi untuk bagian bawah tanah juga dibagi dalam tiga paket yaitu kesemuanya untuk pembangunan fisik terowongan dan ruang bawah tanah. Sehingga, total paket pengerjaan fisik yang ditawarkan ada enam paket. Seluruh kontraktor yang tertarik bisa menyerahkan aplikasi permohonannya mulai tanggal 19 April hingga 31 Mei 2011.

Direktur Teknik PT MRT Jakarta, Rachmadi mengatakan, dengan adanya pembagian enam paket pengerjaan fisik, berarti akan ada enam kontraktor berbeda yang akan ditetapkan sebagai pemenang lelang.

Menurutnya, Indonesia telah mempunyai beberapa perusahaan kontraktor besar dan telah memiliki kemampuan teknologi di bidang konstruksi jalan dan bangunan yang tidak kalah dengan kontraktor dari luar negeri. “Begitu juga dengan ketersediaan materi dasar konstruksi jalan dan bangunan asal Indonesia telah diakui memiliki standar yang tidak kalah dengan bahan dari luar negeri.  Contohnya beton, Indonesia sudah mumpuni. Konstruksi sipil juga bagus. Hanya metodenya saja yang harus belajar, terutama untuk bangunan underground. Ini kesempatan belajar juga,” kata Rachmadi, Jumat (15/4).

Karena itu, dengan melibatkan kontraktor Jepang sebagai kontraktor utama, maka kontraktor Indonesia dapat belajar atau mengambil ilmu terkait teknologi konstruksi bangunan bawah tanah. Sebab kontraktor Jepang terkenal piawai dalam membangun konstruksi bangunan bawah tanah dan bangunan tahan gempa.

Pemenang tender akan akan dibuka pada pertengahan tahun ini dengan dasar hukum Keputusan Presiden dan mengacu pada JICA guidelines. Sementara itu, berdasarkan pengumuman pembukaan prakualifikasi tender, PT MRT Jakarta membagi paket pekerjaan fisik proyek MRT menjadi enam paket.

Paket tersebut terbagi dalam tiga paket fisik permukaan tanah dan tiga paket fisik bawah tanah. Tiga paket fisik permukaan tanah tersebut yaitu cp 101 yang dimulai dari depo Lebakbulus hingga Fatmawati. Paket kedua yaitu cp 102 untuk pekerjaan fisik dari Blok M hingga Al-Azhar, dan paket ketiga cp 103 dari Patung Pemuda hingga Senayan.

Untuk paket fisik bawah tanah, PT MRT Jakarta membagi paket pekerjaan fisik cp 104 dari Senayan sampai Istora, paket cp 105 dari Setiabudi hingga Bendunganhilir, dan paket cp 106 mulai dari Dukuhatas hingga Bundaran HI.

Sementara itu, Head Corporation Communication PT MRT Jakarta, Manpalagupta Sitorus mengatakan, pihaknya telah mengumumkan undangan untuk prakualifikasi tender proyek MRT. “Intinya prakualifikasi secara aturan merupakan upaya penyaringan agar kontraktor yang diundang dalam fase tender merupakan kontraktor yang qualified dalam membangun MRT,” katanya. (beritajakarta)