Bandung Butuh Perda tentang Rusun

0
12
Ilustrasi: images01.olx.co.id

KonsPro (08/03) BANDUNG – HINGGA saat ini, masih sedikit pemerintah daerah yang memiliki peraturan daerah (perda) mengenai rumah susun sederhana. Padahal, trend pembangunan rumah susun sangat berkembang dalam beberapa tahun ini. Akibatnya, banyak pengembang yang kesulitan dalam menempuh proses perizinan pembangunan rumah susun.

Kepala Bidang Rumah Susun Sederhana Asisten Deputi (Asdep) Rumah Susun Kedeputian Bidang Perumahan Formal Kementerian Negara Perumahan Rakyat, Bernaldy, ketika ditemui usai Consumer Gathering Apartemen Sanggar Hurip, Jln. Kawaluyaan Bandung, Minggu (6/3) mengatakan, seharusnya Kota Bandung dan sekitarnya memiliki Perda khusus mengenai rumah susun.

“Bandung Raya merupakan salah satu kota besar yang pertumbuhan pembangunan rumah susunnya sangat baik, sehingga sudah diperlukan adanya Perda yang khusus membicarakan mengenai hal tersebut,” ucap Bernaldy.

Sejak 2007 hingga awal 2011, Kemenpera menerima 711 usulan pembangunan menara apartemen atau rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah dari sembilan wilayah di Indonesia, yaitu Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Surabaya, Batam, Makassar, Bandung, dan Balikpapan.

Untuk Kota Bandung, hingga saat ini terdapat pengajuan surat minat bagi 75 menara apartemen. Dari jumlah tersebut, empat menara sudah toping off, enam menara sudah dalam proses pembangunan pondasi, dan 38 tower sudah dalam tahap pelengkapan perizinan dan pengkajian Detail Engineering Design (DED). “Total ada 48 menara yang sedang berproses, walaupun belum ada menara yang sudah dilakukan serah terima kunci,” katanya. (pikiran rakyat)