Penghuni Rusun ITC Mangga Dua merasa dipermainkan pengelola

0
6
Foto: Primair Online

KonsPro (21/01) – PADA  tanggal 10 Desember 2010 di gedung ITC Mangga Dua lantai 11 jam 14.00 WIB telah diadakan rapat umum tahunan Perhimpunan Penghuni Rumah Susun (PPRS) ITC Mangga Dua. Agenda rapat umum tahunan ini adalah laporan mengenai keuangan perhimpunan penghuni tahun buku 2009 dan laporan pertanggungjawaban mengenai pengelolaan Perhimpunan Penghuni tahun 2009.

Serta agenda tersembunyi yang diduga ingin menaikan persentase iuran sinking fund anggota PPRS ITC Mangga Dua. Rapat ini tidak mencapai kourum sehingga ditunda dan akan diadakan kembali pada tanggal 20 Desember 2010 di tempat yang sama dan pada waktu yang sama pula.

Namun, dalam rapat umum tahunan ini tidak dicantumkan agenda pertanggungjawaban keuangan oleh pengurus PPRS ITC Mangga Dua yang tiap bulan kami duga pemasukannya serkitar Rp10 miliar yang diperoleh dari lahan parkir, penyewaan koridor dan lobby, penyewan lahan untuk iklan, iuran service charge dan lain-lain.

Dari agenda rapat umum ini, terlihat bahwa pengurus PPRS ITC Mangga Dua bukan mempertanggungjawabkan uang pemasukan yang diduga sekitar Rp120 miliar setahun (12 x 10 miliar rupiah per bulan) karena agenda rapat ini hanya laporan pengurus mengenai  keuangan Perhimpunan Penghuni untuk tahun buku 2009. Bukan laporan pertanggungjawaban keuangan dan pertanggungjawaban, hanya sebatas pengelolaan perhimpunan penghuni (sesuai isi undangan).

Di dalam surat undangan ini dituliskan juga bahwa bagi setiap anggota pemilik yang ingin melihat laporan keuangan perhimpunan dapat mengajukan permintaan secara tertulis kepada pengurus dan laporan keuangan ini dapat DILIHAT di property managemen. Dari isi undangan ini terlihat jelas laporan keuangan tidak dibagikan ke anggota PPRS (laporan hanya boleh DILIHAT di kantor pengurus). Kedua laporan keuangan ini bukan laporan pertanggungjawaban keuangan pengurus.

Diduga laporan keuangan ini adalah laporan keuangan rekayasa dimana laporan keuangan ini sudah belasan tahun tidak pernah diberikan secara tertulis ke ribuan anggota PPRS walaupun sudah berkali-kali diminta anggota baik secara lisan maupun tulisan (melanggar UU dan PP serta keputusan menteri negara perumahan rakyat tentang rumah susun yang mengharuskan pengurus ketika mengirimkan undangan rapat umum tahunan harus disertai laporan keuangan).

Kami ratusan anggota PPRS ITC Mangga Dua yang tidak mau mengakui tanah ITC Mangga Dua milik (dalam penguasaan) Pemprov DKI Jakarta tidak diizinkan masuk dalam ruang rapat. Sinar Mas Group yang menjual property ITC Mangga Dua memaksa kami untuk mengakui ITC Mangga Dua tanahnya milik Pemprov DKI Jakarta melalui para karyawannya yang ditempatkan sebagai pengurus PPRS ITC Mangga Dua.

Dokumen yang kami miliki dari Faktur Pajak, IMB, AJB dan Sertifikat tidak ada satupun yang menyatakan bahwa tanah di ITC Mangga Dua milik Pemprov DKI Jakarta dan jelas sekali dalam dokumen kami menyatakan bahwa Sinar Mas Group menjual tanah kepada kami yang dapat dilihat dari faktur pajak dan Akta Jual Beli).

Kami dipaksa mengakui tanah ITC Mangga Dua milik Pemprov DKI Jakarta dan kami dipaksa membayar biaya rekomendasi (semacam biaya sewa tanah) ke Pemprov DKI Jakarta jika ingin masuk dalam rapat-rapat umum PPRS yang diadakan oleh para karyawan Sinar Mas Group ini. Ketika kami datang ke tempat rapat pada tanggal 10 Desember 2010 ini tidak ada satupun pengurus berani menemui kami untuk menjawab pertanyaan kami.

Pengurus PPRS ini sembunyi di balik para satpam tidak berseragam yang menghadang kami masuk dalam ruang rapat. Begitu pula panitia penerima tamu, tidak berani menyebutkan nama mereka dan menyembunyikan nama mereka dengan membalikan kartu tanda panitia yang menuliskan nama mereka.

Inilah kejadian yang kami alami ketika datang dalam rapat umum, kami dikirimkan undangan tetapi kami tidak diizinkan masuk ruang rapat. Kalau kami tidak diizinkan masuk ruang rapat, seharusnya tidak perlu pengurus PPRS mengirimkan kami undangan. Namun, kami kembali mendapat undangan rapat untuk tanggal 20 Desember 2010. Dari pengalaman sebelumnya, kami tidak akan datang, karena tidak ada gunanya kami datang. Terima kasih.

Hormat kami

Khoe Seng Seng, ITC Mangga Dua lt 2 blok B 42, Jakarta 14430.

primair Online